Skip to main content

Mengenal sosok ibu nyai Hajjah rohati ibunda KH Abdul Hafidz ketua umum PD Rifa'iyah Pekalongan

innalilahi wa inna ilahai Raji'un Dalam sambutan KH Faizin Abu Khumairi atas nama mewakili keluarga almarhumah mengucapkan terimakasih kepada seluruh handai taulan yang sudah berkenan hadir dalam acara pemakaman ibu nyai Hajjah rohati ini. Dan Terimakasih juga kepada seluruh masyarakat yg telah membantu dari segala aspek atas kelancaran prosesi pemakaman. Atas nama Shohibul musibah minta maaf dan doa restu semoga almarhumah termasuk min ahlil Jannah serta dari pihak Keluarga bisa mengamalkan amal keshobaran atas peristiwa yang tertimpa pada saat ini. Semoga semua amal diterima di sisi Allah dan Semua dosanya diampuni oleh Allah SWT Ibu nyai Hajjah rohati merupakan sosok yang Ta'at dan tekun ibadah, hal ini terbukti anak turunanya menjadi org yg Sholeh ada yang menjadi kyai dan Bu nyai. Semoga min ahlil Khoir dan diterima oleh Allah SWT.

Menengok Seni Islam Dalam Batik Rifa'iyah


Menengok Seni Islam Dalam Batik Rifa'iyah. Satu dari sekian budaya warisan Indonesia yang sudah diakui oleh Salah satu Badan Organisasi Internasional di bawah naungan PBB yang mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan, kebudayaan, sains yaitu : UNESCO (United Nation Educational, Scientific and Cultural Organization ) adalah batik. 
Batik Rifa'iyah
Seni membatik punya peran penting dalam sejarah kebudayaan Indonesia, karena itu, seni ini merupakan karakter bangsa. Bahkan lebih dari itu, batik ternyata juga menjadi media dakwah bagi para ulama di Indonesia. Wujud pengaruh dakwah Islam yang begitu kuat dalam seni batik dapat ditemukan pada batik Rifa'iyah. Nama Rifa'iyah' diambil dari nama tarekat yang didirikan oleh KH Ahmad Rifa'i. Komunitas Rifaiyah muncul di Kalisalak, Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada tahun 1850. 
Batik Rafa'iyah mendapat pengaruh kuat Islam, yang ditampilkan dalam motif dan coraknya. Syaikh Ahmad Rifa'i tercatat sebagai salah seorang pahlawan nasional semenjak pemerintahan Bapak Bambang Susilo Yudoyono hingga sekarang. Menurut ajaran Syaikh Ahmad Rafa'i Islam memiliki aturan yang harus dipatuhi dalam penggambaran, terutama penggambaran makhluk hidupnya. 
Sebagian besar Batik Rifa'iyah mempunyai nilai karya seni yang luar biasa. Motif dan Coraknya sangat kental dengan nilai-nilai Islam dan nilai-nilai budaya kehidupan masyarakatnya. Jika di perhatikan, motif batik Rifa'iyah tidak berbeda dengan bati pesisir. Beberapa motif, pola, dan warna bahkan ada kemiripan dengan batik Pekalongan yang banyak di pengaruhi oleh kebudayaan dari asing, misalnya China, Belanda dan Arab. Perbedaannya, sebagaimana dalam budaya Islam, hal - hal yang berhubungan dengan benda - benda bernyawa tidak boleh digambarkan sesuai persis sesama aslinya. Misalnya, dengan hanya menggambarkan sayapnya atau membuat guratan di lehernya, sehingga mengesankan gambar hewan yang sudah disembelih. 
Inilah yang secara tegas diterapkan oleh para pengikut  syekh ahmad rifa'i. samping itu, pelukisan gambar juga dilakukan dengan menggerakan anggota tubuh tertentu dari makhluk hidup yang di gambarkan. Seperti, mengganti kaki burung dengan ranting cabang pohon, kepala ayam dengan bunga, atau ekor burung dengan untaian dedaunan yang panjang. Cara-cara tersebut adalah merupakan penerapan dari Ajaran Islam yang melarang menggambar makhluk hidup sama persis dengan aslinya. Batik Rafi'iayah dibuat berbentuk kain panjang, sarung, maupun selendang yang bermaksud untuk di jadikan pakaian penutup aurat. Selain dari pada itu, batik Rafi'iyaj merupakan lambang status sosial yang di pakai berdasarkan pertimbangan nilai moral dan kesopanan. Maka dari itu batik ini menjadi tanda pengenal bagi masyarakat  Rifa'iyah.

Comments

Popular posts from this blog

Kepribadian Warga Rifa'iyah Part 1.

Kepribadian warga RIFA'IYAH Identitas atau kepribadian warga santri Rifa'iyah adalah kepribadian islami, bersumber pada Al qur'an hadis ijma' qiyas, atau kepribadian yang dianut oleh para pengikut ahlussunnah Wal jamaah, diantaranya : 1. Membiasakan menutup aurat bagi kaum laki-laki dan perempuan sejak masih kanak kanak sampai dewasa dst dengan kebiasaan : Bagi laki-laki diharuskan berpakaian yg menutup aurat minimal mulai dari pusat perut sampai kedua lututnya. Dan para anak perempuan diharuskan berpakaian yg menutup seluruh anggota tubuh kecuali wajah dan kedua telapak tangan dengan membiasakan memakai kain panjang dan kerudung. Perintah untuk membiasakan hal semacam itu dimaksudkan adalah mendidik kepada anak agar dikemudian hari menjadi orang yang ta'at dalam agama (menutup aurat) buka surat an nur ayat 31. Selain itu bertujuan melestarikan kebudayaan Jawa yang diwariskan oleh nenek moyangnya yg mukmin muslim itu. 2. Setiap menyelenggarakan pengajian, pe...

Kepribadian Warga Rifa'iyah Part 3.

13. Menurut kepribadian warga RIFA'IYAH dalam membacakan talqin, menggunakan kitab minwaril himmah karya hadratusysyaikh haji ahmad rifa'i. 14. Setelah itu mengadakan selamatan satu hari sampai 7 hari, 40 hari, 100 hari, 350 hari, haul, 1000 hari dengan membaca kitab tarajumah sekoras atau setengah koras, yasinan, tahlil, pahalanya diniatkan untuk mayit. Hal ini berdasarkan fatwa syekh ahmad rifa'i yg tertera dalam kitab abyanal hawaij jilid 4.korasan 55. 15. Mengadakan ziarah qubur. ( lihat kitab adabuz ziarah karya hadratusysyaikh haji ahmad rifa'i) 16. Apabila mempunyai hajat, memohon langsung pada Allah atau bertawassul pada nabi dan rasul, sahabat, tabi'in, waliyullah, orang sholeh. 17. Melakukan istighosah 18. Mengharapkan barakah 19. Mengadakan isra mi'raj dan membacakan kitab arjo karangan hadratusysyaikh haji ahmad rifa'i. 20. Mengadakan maulid nabi dg membacakan kitab2 maulid 21. Silaturrohim dan Halal Bi halal 22 . memberikan sebagian h...
OLOK-OLOK SUFI.... terhadap mujahidin PEMBURU SURGA Rabiah al-Adawiyah, sufi perempuan pengusung mazhab cinta, pernah menggugat surga. Dia memproklamirkan diri sebagai seorang yang tidak butuh surga, yang dibutuhkan olehnya adalah PENERIMAAN SANG KEKASIH ATAS CINTANYA dan yang diharapkan olehnya adalah cinta sang kekasih kepadanya. Siapakah sang kekasih Rabiah? Sang kekasihnya adalah “Allah!” Lalu, para ulama mencoba tahu apa yang dikehendai Rabiah, menampik surga dan berharap cintanya Allah saja. Sebagian ulama husnu al-dzhan (berbaik sangka) bahwa ucapan Rabiah adalah sejenis syathahat, seorang sufi yang sedang ekstase dan mambok kepayang pada kekasihnya, Allah, sehingga melupakan dan menghapus selain-Nya. Namun, ada yang menarik... dalam kitab “al-Hikmah al-Khalidah”, karya Ibnu Miskawaih (teosuf Islam klasik setelah Rabiah). Dikatakan dalam kitab itu; “Surga adalah hijab (penghalang) yang paling besar bagi ‘arifin (para bijak bestari).” Ditanya kenapa? Ibnu Miskawaih menjawa...