Skip to main content

Mengenal sosok ibu nyai Hajjah rohati ibunda KH Abdul Hafidz ketua umum PD Rifa'iyah Pekalongan

innalilahi wa inna ilahai Raji'un Dalam sambutan KH Faizin Abu Khumairi atas nama mewakili keluarga almarhumah mengucapkan terimakasih kepada seluruh handai taulan yang sudah berkenan hadir dalam acara pemakaman ibu nyai Hajjah rohati ini. Dan Terimakasih juga kepada seluruh masyarakat yg telah membantu dari segala aspek atas kelancaran prosesi pemakaman. Atas nama Shohibul musibah minta maaf dan doa restu semoga almarhumah termasuk min ahlil Jannah serta dari pihak Keluarga bisa mengamalkan amal keshobaran atas peristiwa yang tertimpa pada saat ini. Semoga semua amal diterima di sisi Allah dan Semua dosanya diampuni oleh Allah SWT Ibu nyai Hajjah rohati merupakan sosok yang Ta'at dan tekun ibadah, hal ini terbukti anak turunanya menjadi org yg Sholeh ada yang menjadi kyai dan Bu nyai. Semoga min ahlil Khoir dan diterima oleh Allah SWT.

Perbuatan manusia menurut Syekh Ahmad Rifa'i

   Perbuatan Manusia Menurut Syekh Ahmad Rifa’i
Perbuatan manusiamenjadi perso’alan kontroversial dalam pemikiran ulama’ klasik, karena intervensi akal manusia dalam memahami hakikat kebebasan manusia dalam perbuatanya. Qodariyah yang bersumber dari pemikiran Ma’bad al-juhani dan Ghailan ad-Dimasyqi yang disinyalir mengambil paham ini dari orang kristen yang masuk islam di Iraq.[1] Menurut Ghailan, manusia memiliki kekuasaan atas perbuatannya dan ia sendirilah memiliki kebebasan dalam menentukan perbuatannya sendiri.[2] Sebaliknya, Jabariyah menyatakan bahwa manusia tidak memiliki kebebasan dalam menentukan perbuatannya sendiri karna terpaksa atau ditentukan oleh Allah. Pada Jabariyah yang moderat, manusia memeliki qudrah meskipun tidak memberi kepastian. Paham Jabariyah yang ekstrim di nisbatkan pada Jaham bin Sofwan yang menyatakan bahwa manusia tidak mampu melakukan perbuatannya dan karenanya tidak ada ikhtiyar.[3]
Ahmad Rifa’i sebagai pengikut Ahlussunah merupakn bagian dari pengikut mata rantai tersebut yang memberikan penjelasan dalam ke 3 kitabnya, yakni Ri’ayah al-himmah, Asnal Maqosid, Abyan Al-Hawaij. Menurutnya, pandangan qodariyah dan jabariyah masuk dalam kategori bid’ah yang sesat. Dan karenanya jangan sampai di ikuti. Beliau mengatakan :
Mongko siro weruho ing i’tiqod jujur
Ojo anit i’tiqod jabariyah ngawur
Lan i’tiqod qodariyah kadosan
Jabariyah nafi’aken ing ikhtiyar kasabane
Lan qodiriyah nglabetaken ing pemilihane
Karone iku bid’an fasiq ingkaran.
I’tiqod bener ahlissunni panggerane
Yoiku sekeh penggawe Allah kersane
Lan kawulo duwe ikhtiyar kasabane
Tetapi ora aweh labet satemene.
Maka ketahuilah i’tiqod yang benar
Jangan ikut i’tiqod jabarriyah yang keliru
Dan i’tiqod qodariyah yang berdosa
Jabariyah meniadakan ikhtiyar dan usaha
Qodariyah memberikan bekas dalam perbuatannya pilihannya, dan fasiq namanya.
i’tiqod benar ahlissunni aturannya
yaitu semua perbuatan Allah maunya
dan hamba mempunyai ikhtiyar yaitu kasab
tetapi tidak memberi pengaruh yang sebenarnya.
Pernyata’an ini memperlihatkan bahwa Ahmad Rifa’i tidak menanggapi prinsip keadilan Allah sebagaimana dikemukakan oleh kalangan rasionalis seperti Mu’tazilah. Mereka berpendapat bahwa Allah baru dikatakan Adil jika manusia memiliki kebebasan berbuat sehingga jika ia masuk neraka kelak merupakan akibat dari pilihannya sendiri. Seperti pandangan Asy’ariyah, Ahmad Rifa’i berpegang pada kekuasa’an mutlak Allah yang tidak dapat dibatasi oleh ketentuan ketentuan di luar diri Nya, sehingga prinsip keadilan juga bukan di tentukan oleh batasan manusia. Hal ini terliat pada pandangan beliau, bahwa kebaikan dan keburukan juga tidak ditentukan oleh akal, melainkan oleh wahyu :
Aran becik iku barang kang wus ono tinutur
Kang beci’aken dening syara’ masyhur
Aran olu iku barang kang wus ono tinutur
Kang di olo’aken dening syara’ jujur.
Iman lan ta’at iku kersane Allah
Ugo metuki ing Allah perintah
Wus ono janji syara’ ning suwargo munggah
Kufur lan ma’syiyat iku kersane Allah
Lan dade’aken Allah saben-saben sawiji-wijine
Lan wis mesti ing sawiji-wiji panggawene
Kelawan kapesti dene azali ilmune
Tetapi kawulo wajib ikhtiyar lakune.

Kebaikan adalah sesuatu yang telah disebutkan
Ditentukan oleh syara’ masyhur
Keburukan adalah sesuatu yang telah di tuturkan
Yang di anggap buruk olrh syara’.
Iman dan ta’at itu merupakan kehendak Allah
Juga sesuai perintah Allah
Sudah ada janji syara’ masuk surga
Kufur dan ma’siyat itu kehendak Allah
Dan Allah menjadikan segala sesuatu
Dan sudah pasti setiap sesuatu
Telah dipastikan ilmu Allah yang azali
Tetapi hamba wajib ikhtiyar.[4]


[1] Ahmad Amin, Fajar al-islam, Matba’ah an-Nahah, Kairo, 1965, hlm. 255.
[2] Ali Mustafa Al-Ghurabi, Tarih al-Firaq al-Islamiyah, hlm. 33.
[3] Asy-syahrastani, Al-Milail...., hlm. 87.
[4] Ibid...,hlm. 34.

Comments

Popular posts from this blog

Kepribadian Warga Rifa'iyah Part 1.

Kepribadian warga RIFA'IYAH Identitas atau kepribadian warga santri Rifa'iyah adalah kepribadian islami, bersumber pada Al qur'an hadis ijma' qiyas, atau kepribadian yang dianut oleh para pengikut ahlussunnah Wal jamaah, diantaranya : 1. Membiasakan menutup aurat bagi kaum laki-laki dan perempuan sejak masih kanak kanak sampai dewasa dst dengan kebiasaan : Bagi laki-laki diharuskan berpakaian yg menutup aurat minimal mulai dari pusat perut sampai kedua lututnya. Dan para anak perempuan diharuskan berpakaian yg menutup seluruh anggota tubuh kecuali wajah dan kedua telapak tangan dengan membiasakan memakai kain panjang dan kerudung. Perintah untuk membiasakan hal semacam itu dimaksudkan adalah mendidik kepada anak agar dikemudian hari menjadi orang yang ta'at dalam agama (menutup aurat) buka surat an nur ayat 31. Selain itu bertujuan melestarikan kebudayaan Jawa yang diwariskan oleh nenek moyangnya yg mukmin muslim itu. 2. Setiap menyelenggarakan pengajian, pe...

Kepribadian Warga Rifa'iyah Part 3.

13. Menurut kepribadian warga RIFA'IYAH dalam membacakan talqin, menggunakan kitab minwaril himmah karya hadratusysyaikh haji ahmad rifa'i. 14. Setelah itu mengadakan selamatan satu hari sampai 7 hari, 40 hari, 100 hari, 350 hari, haul, 1000 hari dengan membaca kitab tarajumah sekoras atau setengah koras, yasinan, tahlil, pahalanya diniatkan untuk mayit. Hal ini berdasarkan fatwa syekh ahmad rifa'i yg tertera dalam kitab abyanal hawaij jilid 4.korasan 55. 15. Mengadakan ziarah qubur. ( lihat kitab adabuz ziarah karya hadratusysyaikh haji ahmad rifa'i) 16. Apabila mempunyai hajat, memohon langsung pada Allah atau bertawassul pada nabi dan rasul, sahabat, tabi'in, waliyullah, orang sholeh. 17. Melakukan istighosah 18. Mengharapkan barakah 19. Mengadakan isra mi'raj dan membacakan kitab arjo karangan hadratusysyaikh haji ahmad rifa'i. 20. Mengadakan maulid nabi dg membacakan kitab2 maulid 21. Silaturrohim dan Halal Bi halal 22 . memberikan sebagian h...
OLOK-OLOK SUFI.... terhadap mujahidin PEMBURU SURGA Rabiah al-Adawiyah, sufi perempuan pengusung mazhab cinta, pernah menggugat surga. Dia memproklamirkan diri sebagai seorang yang tidak butuh surga, yang dibutuhkan olehnya adalah PENERIMAAN SANG KEKASIH ATAS CINTANYA dan yang diharapkan olehnya adalah cinta sang kekasih kepadanya. Siapakah sang kekasih Rabiah? Sang kekasihnya adalah “Allah!” Lalu, para ulama mencoba tahu apa yang dikehendai Rabiah, menampik surga dan berharap cintanya Allah saja. Sebagian ulama husnu al-dzhan (berbaik sangka) bahwa ucapan Rabiah adalah sejenis syathahat, seorang sufi yang sedang ekstase dan mambok kepayang pada kekasihnya, Allah, sehingga melupakan dan menghapus selain-Nya. Namun, ada yang menarik... dalam kitab “al-Hikmah al-Khalidah”, karya Ibnu Miskawaih (teosuf Islam klasik setelah Rabiah). Dikatakan dalam kitab itu; “Surga adalah hijab (penghalang) yang paling besar bagi ‘arifin (para bijak bestari).” Ditanya kenapa? Ibnu Miskawaih menjawa...