innalilahi wa inna ilahai Raji'un Dalam sambutan KH Faizin Abu Khumairi atas nama mewakili keluarga almarhumah mengucapkan terimakasih kepada seluruh handai taulan yang sudah berkenan hadir dalam acara pemakaman ibu nyai Hajjah rohati ini. Dan Terimakasih juga kepada seluruh masyarakat yg telah membantu dari segala aspek atas kelancaran prosesi pemakaman. Atas nama Shohibul musibah minta maaf dan doa restu semoga almarhumah termasuk min ahlil Jannah serta dari pihak Keluarga bisa mengamalkan amal keshobaran atas peristiwa yang tertimpa pada saat ini. Semoga semua amal diterima di sisi Allah dan Semua dosanya diampuni oleh Allah SWT Ibu nyai Hajjah rohati merupakan sosok yang Ta'at dan tekun ibadah, hal ini terbukti anak turunanya menjadi org yg Sholeh ada yang menjadi kyai dan Bu nyai. Semoga min ahlil Khoir dan diterima oleh Allah SWT.
Masalah
Islam Menurut Syekh Ahmad Rifa’i
Jika
al-Asy’ari hanya memperbincangkan masalah iman dalam hubungannya dengan
perbuatan seseorang, maka tokoh ahlussunah semisal imam Ghozalimelihat
perso’alan iman dan islam memiliki kaitan erat karna iman adalah pekerja’an
hati sedangkan islam pada dasarnya adalah pekerja’an kongkret dengan anggota
badan. Menurutnya, iman adalah gambaran mengenai pembenaran tasdiq yang
bertempat dalam hati dan lisan sedangkan islam adalah gambaran tentang
penyerahan dan kepasrahan dengan jalan ta’at kepada Allah dan tidak melakukan
pembangkangan.[1]
Kata “rukun”
secara harfiah berasal dari bahasa arab “rukn” yang berarti sesuatu yang
menguatkan/bagian dari sesuatu.[2]
Menurut Ahmad Rifa’i, rukun islam itu satu, yakni membaca kalimat syahadat. Hal
ini tampak jelas dalam kitabnya ya’ni :
“utawi rukune
islam, iku sawiji beloko. Yoiku angucap syahadat loro kang wus kasebut.”[3] Yakni,
bahwa rukun islam itu cuman satu saja, yaitu mengucap 2 kalimat
syahadat.pernyata’an beliau mengambil
dari al-qur’an surat annisa’: 94 :
“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا
إِذَا ضَرَبْتُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَتَبَيَّنُوا وَلَا تَقُولُوا لِمَنْ
أَلْقَى إِلَيْكُمُ السَّلَامَ لَسْتَ مُؤْمِنًا تَبْتَغُونَ عَرَضَ الْحَيَاةِ
الدُّنْيَا فَعِنْدَ اللَّهِ مَغَانِمُ كَثِيرَةٌ كَذَلِكَ كُنْتُمْ مِنْ قَبْلُ
فَمَنَّ اللَّهُ عَلَيْكُمْ فَتَبَيَّنُوا إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ
خَبِيرًا
“Sikap
berhati-hati dan waspada dalam perang agar tidak terjadi pembunuhan terhadap
orang Muslim, adalah suatu keharusan. Apabila kalian pergi berperang di jalan
Allah, maka telitilah terlebih dahulu siapa orang yang akan diperangi. Apakah
mereka telah memeluk Islam, atau masih dalam keadaan musyrik. Janganlah kalian
mengatakan, "Kamu bukan orang Muslim," kepada orang yang berucap
salam atau isyarat damai, hanya karena kalian menginginkan harta rampasan.
Terimalah ucapan salam perdamaian mereka. Sesungguhnya Allah telah
menganugerahkan harta yang banyak kepada kalian. Dan kalian, wahai orang- orang
mukmin, dulu juga berada dalam kekufuran, kemudian Allah menunjuki kalian. Maka
telitilah orang-orang yang kalian temui. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu
dan Dia akan mengadakan perhitungan dengan kalian sesuai dengan ilmu-Nya. “
Didalam salah satu hadis yang diriwayatkan oleh imam
bukhori,tirmidzi,hakim dari ibnu abbas : ada salah satu orang laki-laki dari
bani salim sedang menggiring domba-dombanya, lalu bertemu dengan sekelompok
sahabat Nabi Muhammad SAW. Orang tersebut membaca syahadat. Tetapi, para
sahabat memahaminya bahwa orang tersebut membaca syahadat supaya mencari keslamatan
saja. Kemudian sahabat mengepungnya dan dibunuh, dan di haturkan pada Nabi
Muhammad. Kemudian turunlah ayat tersebut. Sedangkan Ahmad Rifa’i menjelaskan
kelakuhan islam dalam kitabnya yakni :
“utawi kelakuhane islam iku angucapaken ing kalimat
syahadat loro ning lisan lan anjenengaken sholat lan aweh zakat, lan puoso
wulan romadhon lan munggah kaji ing baitullah lamon siro kuoso ing dalane”[4]
hal ini sudah jelas, bahwa rukun islam berbeda dengan
kelakuhan islam. Karna kelakuhan yang harus di tempuh bagi seorang muslim itu
banyak, adakalanya birrul walidain,mencari ilmu,sabar,ikhlas,dll.

Comments
Post a Comment