Skip to main content

Mengenal sosok ibu nyai Hajjah rohati ibunda KH Abdul Hafidz ketua umum PD Rifa'iyah Pekalongan

innalilahi wa inna ilahai Raji'un Dalam sambutan KH Faizin Abu Khumairi atas nama mewakili keluarga almarhumah mengucapkan terimakasih kepada seluruh handai taulan yang sudah berkenan hadir dalam acara pemakaman ibu nyai Hajjah rohati ini. Dan Terimakasih juga kepada seluruh masyarakat yg telah membantu dari segala aspek atas kelancaran prosesi pemakaman. Atas nama Shohibul musibah minta maaf dan doa restu semoga almarhumah termasuk min ahlil Jannah serta dari pihak Keluarga bisa mengamalkan amal keshobaran atas peristiwa yang tertimpa pada saat ini. Semoga semua amal diterima di sisi Allah dan Semua dosanya diampuni oleh Allah SWT Ibu nyai Hajjah rohati merupakan sosok yang Ta'at dan tekun ibadah, hal ini terbukti anak turunanya menjadi org yg Sholeh ada yang menjadi kyai dan Bu nyai. Semoga min ahlil Khoir dan diterima oleh Allah SWT.

Sa'at nya batik rifa'iyah ambil peran

BATANG – Sudah saatnya Batik Rifaiyah atau yang dikenal dengan Batik Tiga Negeri Batang ambil peran dalam memajukan sektor ekonomi Batang. Terlebih, dengan dibangunnya PLTU di Batang, tentunya akan menarik minat investor untuk berbisnis di Batang. Sehingga pangsa pasar penjualan Batik Rifaiyah pun terbuka lebar.
Hal inilah yang disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Batang, H Soetadi SH MM saat membuka kegiatan Sosialisasi Pembentukan Ekosistem Desa Kreatif Batik Tiga Negeri Batang, Sabtu (13/8) di Gedung Pramuka Kwarcab Batang yang digelar oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI.
“Sudah saatnya Batik Rifaiyah ini ambil peran dalam memajukan ekonomi Batang. Terlebih dengan adanya PLTU di Batang ini akan menarik investor untuk berbisnis di Batang. Oleh karenanya, diharapkan Pembatik Rifaiyah ini memanfaatkan momentum ini, dan meningkatkan hasil produksi. Ya bagaimana caranya supaya nanti yang produksinya satu kain tiga bulan agar lebih cepat lagi, dengan kualitas yang sama.”
Sementara itu, Deputi Bidang Infrastruktur Bekraf, Hari Sungkari, menjelaskan Batang sendiri merupakan salah satu dari lima kota di Indonesia yang menjadi program pembentukan ekosistem desa kreatif ini. Pihaknya pun turut mengundang pegiat Batik asal Batang, William Kwan dan desainer kenamaan Ibukota. Selain itu pihaknya juga menggandeng tiga pembatik yang nanti akan menjadi local mentor dalam pembentukan ekosistem desa kreatif ini.
“Jadi ini bukan pelatihan, melainkan pembentukan ekosistem desa kreatif. Sehingga nantinya akan diberikan pendampingan dari proses pembuatan bahkan hingga produk tersebut dapat siap pakai, bahkan hingga siap jual. Guna meningkatkan pangsa pasar, perlu keberanian menciptakan kreasi dalam membuat pola batik, tanpa meninggalkan nilai tradisi. Kami juga akan bantu di pemasaran, yang kini masih konvensiaonal, perlu dilakukan secara online, agar makin dikenal,” tandasnya.
Selain dihadiri Wabup H Soetadi, sosialisasi ini juga dihadiri Ketua Penggerak PKK Kabupaten Batang, Hj Budi Prasetiyawati SSos dan Kepala Disperindagkop Batang, M Isnanto SE MSi. Pesertanya sendiri terdari dari pembatik tiga negeri yang berasal dari Desa Kali Pucang Wetan dan Wates Alit Kecamatan Batang. Tak hanya sosialisasi, rangkaian kegiatan sendiri nantinya akan berlanjut hingga tiga bulan kedepan. Sehingga nantinya benar-benar terbentuk sebuah ekosistem desa kreatif.(sumber ; radar Pekalongan) 

Comments

Popular posts from this blog

Kepribadian Warga Rifa'iyah Part 1.

Kepribadian warga RIFA'IYAH Identitas atau kepribadian warga santri Rifa'iyah adalah kepribadian islami, bersumber pada Al qur'an hadis ijma' qiyas, atau kepribadian yang dianut oleh para pengikut ahlussunnah Wal jamaah, diantaranya : 1. Membiasakan menutup aurat bagi kaum laki-laki dan perempuan sejak masih kanak kanak sampai dewasa dst dengan kebiasaan : Bagi laki-laki diharuskan berpakaian yg menutup aurat minimal mulai dari pusat perut sampai kedua lututnya. Dan para anak perempuan diharuskan berpakaian yg menutup seluruh anggota tubuh kecuali wajah dan kedua telapak tangan dengan membiasakan memakai kain panjang dan kerudung. Perintah untuk membiasakan hal semacam itu dimaksudkan adalah mendidik kepada anak agar dikemudian hari menjadi orang yang ta'at dalam agama (menutup aurat) buka surat an nur ayat 31. Selain itu bertujuan melestarikan kebudayaan Jawa yang diwariskan oleh nenek moyangnya yg mukmin muslim itu. 2. Setiap menyelenggarakan pengajian, pe...

Kepribadian Warga Rifa'iyah Part 3.

13. Menurut kepribadian warga RIFA'IYAH dalam membacakan talqin, menggunakan kitab minwaril himmah karya hadratusysyaikh haji ahmad rifa'i. 14. Setelah itu mengadakan selamatan satu hari sampai 7 hari, 40 hari, 100 hari, 350 hari, haul, 1000 hari dengan membaca kitab tarajumah sekoras atau setengah koras, yasinan, tahlil, pahalanya diniatkan untuk mayit. Hal ini berdasarkan fatwa syekh ahmad rifa'i yg tertera dalam kitab abyanal hawaij jilid 4.korasan 55. 15. Mengadakan ziarah qubur. ( lihat kitab adabuz ziarah karya hadratusysyaikh haji ahmad rifa'i) 16. Apabila mempunyai hajat, memohon langsung pada Allah atau bertawassul pada nabi dan rasul, sahabat, tabi'in, waliyullah, orang sholeh. 17. Melakukan istighosah 18. Mengharapkan barakah 19. Mengadakan isra mi'raj dan membacakan kitab arjo karangan hadratusysyaikh haji ahmad rifa'i. 20. Mengadakan maulid nabi dg membacakan kitab2 maulid 21. Silaturrohim dan Halal Bi halal 22 . memberikan sebagian h...
OLOK-OLOK SUFI.... terhadap mujahidin PEMBURU SURGA Rabiah al-Adawiyah, sufi perempuan pengusung mazhab cinta, pernah menggugat surga. Dia memproklamirkan diri sebagai seorang yang tidak butuh surga, yang dibutuhkan olehnya adalah PENERIMAAN SANG KEKASIH ATAS CINTANYA dan yang diharapkan olehnya adalah cinta sang kekasih kepadanya. Siapakah sang kekasih Rabiah? Sang kekasihnya adalah “Allah!” Lalu, para ulama mencoba tahu apa yang dikehendai Rabiah, menampik surga dan berharap cintanya Allah saja. Sebagian ulama husnu al-dzhan (berbaik sangka) bahwa ucapan Rabiah adalah sejenis syathahat, seorang sufi yang sedang ekstase dan mambok kepayang pada kekasihnya, Allah, sehingga melupakan dan menghapus selain-Nya. Namun, ada yang menarik... dalam kitab “al-Hikmah al-Khalidah”, karya Ibnu Miskawaih (teosuf Islam klasik setelah Rabiah). Dikatakan dalam kitab itu; “Surga adalah hijab (penghalang) yang paling besar bagi ‘arifin (para bijak bestari).” Ditanya kenapa? Ibnu Miskawaih menjawa...